Selector Dasar: Elemen, Class, dan ID
Memilih elemen yang tepat: selector tag, class (.), id (#), universal (*), dan pengelompokan dengan koma.
Selector: cara "menunjuk" elemen
Sebelum mengubah tampilan, kamu harus bisa memilih elemen yang tepat. Itulah tugas selector. Ada empat selector paling dasar.
| Selector | Contoh | Memilih |
|---|---|---|
| Elemen (tag) | p | Semua elemen <p> |
| Class | .penting | Semua elemen ber-class="penting" |
| ID | #judul | Satu elemen ber-id="judul" |
| Universal | * | Semua elemen |
Selector elemen
p { color: gray; }
a { text-decoration: none; }
Selector class (titik)
Class adalah yang paling sering dipakai. Sebuah class bisa dipasang pada banyak elemen, dan satu elemen boleh punya banyak class.
<p class="penting">Teks ini penting.</p>
<p class="penting tebal">Penting dan tebal.</p>
.penting { color: red; }
.tebal { font-weight: bold; }
Selector ID (pagar)
ID harus unik; cocok untuk elemen yang benar-benar satu-satunya di halaman, seperti #header-utama. Dalam praktik, banyak developer memilih class untuk styling dan memakai id hanya untuk tautan anchor atau JavaScript.
#judul { text-align: center; }
Selector gabungan
Elemen dengan class tertentu: tulis tanpa spasi.
p.penting { color: red; } /* hanya <p> yang punya class penting */
Mengelompokkan beberapa selector dengan koma agar berbagi satu aturan:
h1, h2, h3 {
font-family: Georgia, serif;
}
Selector universal
* {
margin: 0;
padding: 0;
}
Dipakai untuk menghapus jarak bawaan browser pada semua elemen (sering disebut reset).
Memilih nama class yang baik
- Gunakan huruf kecil dan tanda hubung:
.kartu-produk. - Nama menjelaskan fungsi, bukan tampilan:
.peringatanlebih baik daripada.merah(kalau nanti diganti biru, namanya jadi bohong).