Workflow, Node, dan Trigger
Tiga istilah inti: workflow, node, dan trigger.
Tiga istilah inti
- Workflow — satu otomasi utuh: kumpulan node yang tersambung.
- Node — satu langkah/kotak di kanvas. Contoh: "Kirim email", "Baca Google Sheets", "Cek kondisi".
- Trigger — node pertama yang memulai workflow. Setiap workflow punya minimal satu trigger.
Jenis node
| Jenis | Tugasnya | Contoh |
|---|---|---|
| Trigger | Memulai workflow | Schedule Trigger, Webhook, Gmail Trigger |
| Aksi | Melakukan sesuatu di aplikasi lain | Telegram (kirim pesan), Google Sheets (tambah baris) |
| Pengolah data | Mengubah, menyaring, menggabung data | Edit Fields, Filter, Merge, Code |
| Logika | Memilih jalur | IF, Switch |
Cara data mengalir
Garis antar node adalah jalur data. Hasil (output) node pertama menjadi masukan (input) node berikutnya, dari kiri ke kanan. Saat kamu menekan Execute workflow, node menyala hijau satu per satu dan menampilkan jumlah item yang melewatinya.
Menambah node
- Klik tombol + (di ujung kanan node terakhir).
- Cari aplikasi atau fungsi, misalnya "Telegram".
- Pilih action yang diinginkan, mis. Send a text message.
- Isi pengaturannya, lalu klik Execute step untuk mencoba satu node saja.
Tips: coba satu node per satu node — lebih mudah menemukan kesalahan daripada menjalankan semuanya sekaligus.