Trigger: Jadwal, Webhook, dan Form
Tiga cara memulai workflow secara otomatis.
Siapa yang menyalakan workflow?
Trigger menentukan kapan workflow berjalan. Tiga yang paling sering dipakai pemula:
1. Schedule Trigger — berdasarkan waktu
Jalan otomatis pada jam tertentu. Contoh: setiap hari 08.00 kirim laporan penjualan. Pilihan: tiap beberapa menit/jam, tiap hari pada jam tertentu, tiap minggu, atau Cron.
Cron: 0 8 * * 1-5 → jam 08.00, Senin–Jumat
Cron: */15 * * * * → setiap 15 menit
Pastikan Timezone workflow sudah benar (pengaturan workflow → Timezone: Asia/Jakarta).
2. Webhook — dipanggil aplikasi lain
Webhook memberi workflow-mu sebuah alamat URL. Kapan pun ada yang mengirim data ke URL itu (form website, toko online, payment gateway), workflow langsung berjalan.
- Test URL (
/webhook-test/...) — hanya aktif setelah kamu menekan Listen for test event; untuk mencoba. - Production URL (
/webhook/...) — aktif terus, hanya jika workflow diaktifkan (Active).
3. n8n Form Trigger — formulir siap pakai
n8n membuatkan halaman formulir sederhana. Orang mengisi nama, email, dll. → workflow berjalan dengan data itu. Cocok untuk pendaftaran atau survei tanpa membuat website.
Trigger lain yang berguna
- Manual Trigger — untuk belajar/uji coba.
- Gmail Trigger / Telegram Trigger — saat ada email/pesan masuk.
- Google Sheets Trigger — saat ada baris baru.
Cara memilih
| Kebutuhan | Trigger |
|---|---|
| Rutin pada waktu tertentu | Schedule |
| Menunggu kabar dari aplikasi lain | Webhook |
| Mengumpulkan isian dari orang | Form |