Minggu 05 — Prompt Engineering untuk Software
Dari ide ke spesifikasi: PRD, user story, acceptance criteria, dan prompt dua tahap.
Rencana dulu, kode kemudian
Kesalahan terbesar pemula: langsung meminta kode. AI akan menebak banyak hal, dan tebakannya jarang sama dengan yang kamu bayangkan. Tulis dulu apa yang dibangun, baru minta AI membangunnya.
PRD — Product Requirements Document
PRD singkat cukup satu halaman:
| Bagian | Isi |
|---|---|
| Tujuan | Masalah apa yang diselesaikan dan untuk siapa |
| Pengguna | Peran: admin, siswa, tamu |
| Fitur | Daftar fitur utama (dan yang belum dibuat) |
| Batasan teknis | Bahasa, framework, database |
| Kriteria sukses | Bagaimana tahu produknya berhasil |
User story dan acceptance criteria
User story: "Sebagai [peran], saya ingin [tujuan], agar [manfaat]."
Acceptance criteria adalah syarat yang bisa dicek ya/tidak:
Story: Sebagai admin, saya ingin menambah kursus, agar katalog selalu terbarui.
Kriteria:
- Judul wajib diisi (maks 100 karakter)
- Harga tidak boleh negatif
- Setelah disimpan, kursus muncul di daftar
Prompt per lapisan
- UI: sebutkan halaman, komponen, dan perilakunya (state kosong, loading, error).
- Backend: sebutkan endpoint, input, output, dan aturan validasi.
- Database: sebutkan tabel, kolom, tipe, dan relasi.
- Testing: minta test untuk setiap acceptance criteria, termasuk kasus gagal.
Context management
Percakapan panjang membuat AI "lupa" atau bingung. Mulai sesi baru per fitur, tempel kembali ringkasan yang penting, dan simpan keputusan di file aturan project.
Teknik dua tahap: analisis lalu implementasi
- Tahap 1: "Baca kode ini dan rencanakan perubahannya. Tuliskan file yang akan diubah dan risikonya. Jangan menulis kode."
- Tahap 2: setelah rencana kamu setujui, "Implementasikan langkah 1 saja."
Praktik minggu ini
Susun PRD aplikasi manajemen kursus sebelum meminta AI membuat kode. Target: PRD, task breakdown, struktur folder, dan rencana testing.